Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

satu per empat

Seperempat abad, kesempatan yang telah kudapat untuk menghirup udara di dunia, melihat sekeliling rupa, menyesapi sekelumit rasa, melalui beragam realita hingga berharap pada setumpukan asa. Waktu dimana aku pernah merasa menjadi yang paling bahagia dan menjadi yang paling berduka hingga putus asa.   Banyak yang sudah ku lihat, mulai dari kelahiran, kehidupan sampai kematian namun masih sangat dangkal apa yang ku tahu karena selama ini aku hanya melihat bukan mengalaminya. Dari apa yang sudah ku lihat membuat aku tersadar betapa kurangnya aku bersyukur atas segala nikmat yang telah ku dapat, dari apa yang ku rasakan betapa bodohnya aku telah merasa menjadi yang paling menderita sedangkan di luar sana banyak yang susah namun tak pernah berkeluh kesah. Satu yang selalu kuingat, kematian itu dekat, hampir tak bersekat, untuk itulah semua yang bernyawa harus selalu siap. Mungkin tak banyak orang tahu, seberapa sering aku menangis ditengah sunyinya malam. Mungkin tak banyak or...