Postingan

satu per empat

Seperempat abad, kesempatan yang telah kudapat untuk menghirup udara di dunia, melihat sekeliling rupa, menyesapi sekelumit rasa, melalui beragam realita hingga berharap pada setumpukan asa. Waktu dimana aku pernah merasa menjadi yang paling bahagia dan menjadi yang paling berduka hingga putus asa.   Banyak yang sudah ku lihat, mulai dari kelahiran, kehidupan sampai kematian namun masih sangat dangkal apa yang ku tahu karena selama ini aku hanya melihat bukan mengalaminya. Dari apa yang sudah ku lihat membuat aku tersadar betapa kurangnya aku bersyukur atas segala nikmat yang telah ku dapat, dari apa yang ku rasakan betapa bodohnya aku telah merasa menjadi yang paling menderita sedangkan di luar sana banyak yang susah namun tak pernah berkeluh kesah. Satu yang selalu kuingat, kematian itu dekat, hampir tak bersekat, untuk itulah semua yang bernyawa harus selalu siap. Mungkin tak banyak orang tahu, seberapa sering aku menangis ditengah sunyinya malam. Mungkin tak banyak or...

life goes on

Gambar
Ya, tahu akan sesuatu sebelum waktunya terkadang membuat kita takut untuk menjalaninya kelak. Satu pengalaman yang didapat dari memperhatikan memang jauh berbeda dibanding pengalaman dari menjalankannya, pembelajaran yang didapat pun berbeda. Namun, jika terpaksa melihat sebelum waktunya, mendengar apa yang seharusnya belum saatnya didengar terkadang membuat takut. Akankah kelak bisa menjalaninya ? Akankah kelak bisa menjaganya ? Akankah kelak bisa tidak seperti mereka ? Akankah kelak bisa mempertahankannya ? Semua jawaban memiliki waktu kapan akan bertemu Dan untuk segala sesuatu yang terlihat sebelum waktunya Hanya ada dua pilihan Rasa takut untuk kelak menjalaninya Hingga akan terus bersembunyi dalam sepi Atau rasa berani dan penasaran untuk segera merasakannya Hingga acuh akan yang lalu Dan memulai kembali untuk sesuatu yang baru Apapun itu, semua pilihan ada padamu Dan sampai pada saat itu Percayalah, semua bukan tentang menanti dan menunggu ...

mendung dan hujan

detik tak terasa menyuara waktu semakin cepat begitu saja berlalu aku disini masih terdiam terpaku mencoba menelaah apa yang telah terlewati mencoba mencerna kembali apa yang telah terjadi dan mencoba menyimpulkan apa maksud dari hati kilat seakan menghentakku mengingatkan agar tetap membuka mata karena kala terpejam terkadang aku lupa akan nyata gemuruh seakan menghentakku mengingatkan agar tetap pada kenyataan karena semua terasa semakin membingungkan langit memang sedang mendung saat ini seakan mendukung keadaan hati yang sedang bingung akankah tetap hanya mendung ? atau  hujan akan datang memberikan kesejukkan pada hati yang selama ini murung ? ah aku bingung. bila memang mendung, mungkin memang belum saatnya hujan turun namun memang bila sudah waktunya hujan turun, bolehkah aku meminta ? aku ingin hujan yang menyejukkan aku ingin hujan yang menenangkan aku ingin hujan yang membuatku nyaman aku ingin hujan yang selama ini selalu aku ...